Thursday, March 10, 2011
Kenangan itu...
Senin sore dapat kabar dari suami yg sudah dijakarta sebelumnya kalo Bapak tepatnya Bapak mertuaku akhirnya meninggal dunia setelah kritis sehari semalam di Rs Sari Asih, Ciledug karena sirosis. Saat mendengar berita itu sedih dan menangis pastinya hingga Nanda bilang," aku juga sedih kok Buk". Huwaaa tambah nangis kejer aku...
Saat proses pemakaman I can manage my feeling well, everything went smoothly. Tapi saat malam tiba saat mau tidur semua kenangan tentang Bapak hadir dalam pikiranku begitu kuat hingga tumpah ruah segala tangisku. Masih kuingat segala kenangan ini :
- Saat pertama kali aku diajak Ayah sowan ke jakarta bbrp tahun silam saat masih pacaran, Bapak sempat sempatin masak nasi goreng spesial buat aku. Bliau bilang," iki nasi goreng khusus untuk calon mantuku tersayang" Betapa tersanjungnya aku saat itu.
Maafkan aku ya Bapak kalo selama menjadi menantumu, banyak kekurangan disana sini. Belum sempat berbakti padamu penuh.
- Bapak selalu mengingatkan aku dan ayah akan hal hal yg kecil. Pernah bliau telpon hanya sekedar menanyakan kunci rumah sdh diperbaiki blm. Minta lantai rumah dipel setiap hari biar bersih jauh dr kuman karena cucunya suka klesotan dilantai. Kadang diriku merasa jengah karena hal hal kecil diurusi, tapi saat ini aku kangen hpku berdering tertulis disitu " calling Bapak Jakarta ". Aku kangen Bapak hiks hiks...
- Bapak sering banget mengajak diskusi. Dari hal pribadi sampe msl kerjaan. Kebetulan msl kerjaan kita nyambung, bliau pensiunan dr salah satu percetakan kertas negara sedangkan aku kerja buruh dipabrik kertas jadi nyambunglah diskusi kita. Kadang bliau minta aku berhenti mengerjakan pekerjaan rumah hanya untuk mengajak berdiskusi padahal dlm hati pengen cepet cepet kelarin masaknya. Sekarang tidak ada lagi yang akan mengajakku berdiskusi ...
- Bapak yang memodali kami saat kami jadi kontraktor pertama kali. Kami sudah menyakinkan Bapak kalo kita ada uang cukup untuk mengontrak rumah tapi Bapak ga tega melepaskan kita begitu saja. Bliau memaksa kita untuk menerima bantuannya.
Ah Bapak begitu banyak kenangan tentangmu. Kenangan itu akan selalu hidup dihati dan pikiran kami. Akan kami kenang semangat kerja yg kau ajarkan kepada kami.
Kami sdh ikhlas akan kepergianmu disurga seikhlas engkau menjalani sakitmu. Tanpa ada yang menuntunmu Engkau mampu membuat tanda salib tanda kepasrahan total pada kehendak ilahi akan hidupmu saat masa kritis menyerangmu. Aku yakin Tuhan sudah menyediakan rumah yg sangat indah bagimu.
I miss you. We will meet later in heaven.
Thursday, March 3, 2011
Wednesday, March 2, 2011
( Info Sehat ) - ASI
REPUBLIKA.CO.ID, Kini, termos wadah air panas, susu formula dan dot dalam tas jinjing menjadi semacam perelengkapan dalam prosedur standar operasi (SOP) para ibu yang memiliki balita. SOP itu pun perlu dilakukan walau hanya sekedar berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan.
Report dan tidak praktis, tapi sudah menjadi kelaziman di zaman modern. Sebenarnya ibu yang memiliki balita tidak perlu serepot itu.
Pasalnya, Tuhan telah memberikan air susu ibu (ASI) yang menjadi bagian dari tubuh sang ibu. Tapi memang saat ini kian jarang ditemui ibu yang memberikan ASI kepada balitanya.
"Kami miris dengan rendahnya pemberian ASI kepada balita,". Sekretaris Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Semarang, Dyah Puspita Arum. Menurut Dyah, banyak ibu-ibu yang menghentikan pemberian ASI karena tuntutan ekonomi dan pilihan untuk bekerja.
Apa sih ASI itu? Mengapa penting memberikan ASI kepada si buah hati? Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Niken Widyah Hastuti, pemberian ASI sangat penting karena ASI mengandung zat imunitas dan frekuensi terjadinya diare rendah.
ASI mengandung 90 persen air. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan diare biasanya tidak membutuhkan cairan tambahan, seperti air gula atau teh. Baru pada kasus diare berat, cairan oralit yang diberikan dengan cangkir dimungkinkan baru dibutuhkan disamping ASI.
"Bayi ya cocoknya menyusu pada ibunya. Selain itu banyak manfaat dengan memberikan ASI untuk buah hati," katanya. Pemberian ASI, jauh lebih ekonomis, praktis, dan tidak membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.
Ada pula yang tidak dapat digantikan dengan susu formula saat memberikan ASI adalah yakni "skin to skin contact" alias kontak tubuh antara ibu dengan sang buah hati.
Sentuhan berupa pelukan dan kasih sayang ibu yang memberikan banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. Anak-anak yang diberi ASI akan tumbuh menjadi anak yang kepribadiannya baik, karena mereka tumbuh dalam keadaan dan suasana yang aman dan nyaman.
Kalau anak mengkonsumsi susu dengan menggunakan botol, maka kontak ibu dengan anak tidak ada. Pemberian ASI juga secara signifikan dapat mecegah gizi buruk pada balita.
Sementara ketua program studi S2 program hukum kesehatan Universitas Katolik Soegijapranata, Agnes Widanti berpendapat bahwa ASI dapat menekan angka gizi buruk.
Salah satu permasalah gizi buruk di Indonesia ialah ketiadaan data yang akurat. Data yang dilansir dari pemerintah menyebutkan keberadaan gizi buruk di Indonesia nihil. Namun, Agnes meyakini masih banyak balita dengan gizi buruk.
Terkait posyandu, menurut Agnes Widanti, sebenarnya angaran yang digunakan adalah dari rakyat begitu juga penyelenggaranya juga rakyat. Ke depan seharusnya lebih ada perhatian terhadap posyandu.
"Memelihara kesehatan ibu dan anak, harus diperhatikan," kata Agnes.
sumber : http://www.republika.co.id