MENGUPAS MANGGA
Ada Joke tentang pemimpin di Indonesia. Indonesia tidak bakal bisa berkembang dan berubah maju bila tidak mau mengubah dalam cara mengupas mangga.
Lho ! apa hubungannya mengupas mangga dengan nasib suatu bangsa?. Filosofinya adalah, orang Indonesia kalau mengupas mangga rata-rata cara mengupasnya dari dalam keluar sehingga mata pisaunya mengarah ke orang didepannya.
Kalau anda perhatikan orang barat mengupas mangga, maka mata pisaunya mengarah kedalam diri sendiri dan itu membuat mereka menjadi sangat hati hati..!
Instrospeksi kedalam diri sendiri lebih baik dari pada terus menerus bertabiat mengarahkan mata pisau ke orang lain.
Sahabat,
Jarang kita temui pemimpin bangsa ini ketika berbuat salah dengan besar hati mau minta maaf dan bertanggungjawab atas semua kesalahannya, apalagi mundur dan meletakkan jabatannya sebagai konsekuensi logis kegagalannya itu.
Mereka lebih senang ngotot tidak mau dan tidak akan pernah mengakui kesalahannya bahkan mengarahkan mata pisaunya kepada semua orang yang memusuhi.. akibatnya kisruh menjadi berlarut-larut lalu saling menikam dan membunuh...
Bandingkan dengan negara tetangga kita Jepang yang dengan gentle berani mundur dan meminta maaf kepada rakyatnya.
Berani mengaku salah, berani minta maaf, berani bertanggungjawab, berani instrospeksi diri adalah sebuah nilai mahal dari kehebatan pribadi seseorang..
Tetapi seorang pengecut hanya bisa mencari kambing hitam, dan hanya bisa mengancam, menimbulkan kekacauan dan keributan untuk melindungi ketidak mampuannya sendiri...
Selamat bertanggungjawab..
Filipus Gudel
Motivator