Istirahat kantor siang itu aku terpaksa harus keluar karena harus membeli keciput pesenan ibu mertua. Aku belokkan mio ku terlebih dahulu ke pom bensin sekedar untuk memberi "minum" mioku biar makwussss jalannya. Saat antri beli bensin kulihat dipojokan pom bensin ada seorang pengemis bapak bapak yg sudah sepuh mungkin sekitar 65 thn an sedang nyadong minta minta uang. Dalam hatiku terbersit keinginan untuk memberinya nanti selembar seribuan. Dalam hati ada perasaan iba dengan keadaan Bapak pengemis itu yg seharusnya dia menikmati masa tuanya terpaksa mengemis untuk melanjutkan hidup.
Tapi entah mengapa tiba tiba kepalaku ini seperti diarahkan untuk melihat pojok lain di pom bensin tsb. Mata ini kaget melihat seorang bapak sepuh mungkin seusia bapak pengemis tadi sedang berjualan rujak. Oh Tuhan ternyata ada yg lebih hebat dari bapak pengemis tadi. Bapak tukang rujak walau sudah sepuh tetap lebih memilih bekerja daripada nyadong. Pikiranku segera berubah untuk melarisi dagangan si Bapak rujak. Dalam hati sempat berargue mana yg harus kutolong si bapak pengemis kah yg mana aku hanya merogoh selember seribuan ato si bapak rujak aku harus merogoh uang lebih dari selembar seribuan. Entah kenapa aku langsung teringat artikel ttg pengemis yang pernah kubaca kalau penghasilan mereka sebulan bisa jutaan. Tau ah bener ato enggak yg pasti aku putuskan menolong si bapak rujak. Aku lebih saluut dengan si bapak rujak. Segera aku membayar bensin, ku hentikan sepeda motorku didepan gerobak dorong si bapak rujak dan segera kupesan 2 bungkus rujak. Sempat kubertanya umur si bapak hehehhee *need to know ajah ya* si bapak ngendika kalo umurnya taon ini mau 70 thn. Sudah sepuh ternyata.
Setelah membeli rujak, meluncurlah aku ke toko sri jaya, kudus untuk membeli keciput. Tiba disana entah mengapa kok ndilalah tukang parkir toko sri jaya adalah seorang ibu yg juga sudah sepuh. Saluut dan saluut itulah kata yang tepat untuk simbah parkir itu. Walo sudah sepuh engga malu bekerja sebagai tukang parkir dan seorang perempuan lagiii. Kulebihkan uang parkir untuk simbah itu utk sekedar menambah penghasilannya hari itu. Tuhan adakah hikmah dari ketiga pertemuan siang itu ??