Showing posts with label ibu. Show all posts
Showing posts with label ibu. Show all posts

Thursday, November 10, 2011

IBU

Aku mempunyai pasangan hidup..
 
Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari Ibu
 
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada Ibu
 
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku
 
Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak dianter ke rumah Ibu
 
Saat sambut valentine slalu beri hadiah pada pasangaku
Saat sambut hari Ibu aku cuma dapat ucapkan.. "Selamat Hari Ibu"
 
Selalu aku ingat pasanganku
Selalu Ibu yang ingat Aku
 
Setiap saat aku akan telpon pasanganku
Kalau inget aku akan telpon Ibu
 
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk Ibu
 
RENUNGKAN ...
"Kalau kau sudah habis belajar dan bekerja.. Bolehkah kau kirim uang untuk Ibu ?
Ibu tidak minta banyak..lima puluh sebulan pun cukuplah".
 
Berderai air mata jika kita mendengarnya.
Tapi kalau ibu sudah tiada..
IBU AKU RINDU... AKU RIINDDUUU... SANGAT RINDU...
 
Berapa banyak yang sanggup menyuapi Ibunya..
Berapa banyak yang sanggup mengelap muntah Ibunya..
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin Ibunya..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis Ibunya..
Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis Ibunya..
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga Ibunya..
 
dan AKHIR SEKALI.. berapa banyak yang sembahyang JENAZAH IBUNYA ...
 
 
 copas dr temanku. asli mewek habis baca ini. jadi kangen Ibu hiks hikss....
 

Monday, July 25, 2011

Ibu polah anak kepradah...


Punya tetangga *lagi lagi ngomongin tetangga hihihihihi* yg punya kebiasaan suka ngambil barang orang. Aku pun pernah merasa menjadi korbannya, cincin kawin suamiku diambil dia *baru curigation aja sih *. Ceritanya saat itu rumah baru repot / rame karena acara pemakaman anakku kembarannya Nanda. Beberapa orang termasuk Ibu itu berlalu lalang keluar masuk rumahku untuk menyiapkan segala sesuatu untuk upacara pemakaman. Selang kurleb dua hari setelah acara pemakaman suamiku baru keinget cincin kawinnya yg ditaroh diatas TV. Disamperin tu cincin sudah kagak ada diatas tipi. Kita ingat ingat lagi siapa saja yg keluar masuk rumah saat pemakaman pikiran kita mengarah ke ibu tsb secara track recordnya sdh terkenal dgn msl ambil mengambil. Kita sih ga bisa langsung menuduh si Ibu tsb wong ga ada bukti hanya bisa curigation saja. Akhirnya kita coba ikhlasin saja cincin itu hilang kalau ada uang beli lagi tu cincin. Tapi curigation kita pada si Ibu tsb semakin bertambah saat lebaran tahun itu juga dia datang ke rumah minta maaf kalo dia punya salah. Aku dan suami malah bingung secara dia lebih lebih tua dari kita kok malah dia yg datang dan minta maaf ke kita. Kita hanya bisa menduga duga saja mungkin si Ibu merasa bersalah telah mengambil cincin itu terus minta maaf ke kita.

Nah cerita yg masih fresh tentang Ibu itu adalah dia mengambil dompet suaminya temanku. Ceritanya minggu kemaren aku satu rombongan dgn Ibu itu berkunjung ke temanku yg baru saja pindahan rumah. Ada beberapa ibu ibu dan bapak bapak dalam rombongan tersebut. Sampai rumah temanku memang hanya Ibu tsb yg keluar masuk rumah dengan alasan membantu menghidangkan makanan dan minuman untuk para tamu. Sampai paginya aku kaget sekali saat seorang tetanggaku yg lain mengabari aku kalau dompet suaminya temanku hilang dan diambil si Ibu itu. Saat kutanya siapa yang melihat si Ibu mengambil dompet eh ternyata anak temanku sendiri yg melihat si Ibu masuk kamar yg punya rumah terus ambil dompetnya. Di pikiran si anak si Ibu itu mau tidur dirumahnya jadi si anak mendiamkan saja. Bagaimanapun temanku tidak bisa langsung menuduh si Ibu itu karena bukti sudah tidak ada, andai bisa tertangkap basah mungkin akan lain ceritanya. Tapi sayang ternyata uang didompet hanya lima belas ribu sajah tidak sebanding dgn dosa yg nanti ia akan tanggung. Akhir cerita si Ibu itu mengembalikan dompet itu didepan pintu rumah orang tua temanku tanpa sepengetahuan orang lain.

Yang sangat kusayangkan adalah kenapa si Ibu itu tidak berpikir panjang akan tindakannya. Kenapa tidak berpikir bahwa apa yg dia lakukan akan mengubah rejeki anaknya menjadi sedikit. Adalah temanku juga yang mengajari anak perempuan si ibu tsb untuk membuat keripik tempe trus temanku menjualnya di kantin pabrik tempat suaminya bekerja. Tiap hari selalu ada pesanan keripik tempe untuk dijual di pabrik. Selama ini hanya orderan dari temanku yang menjadi tulang punggung usaha keripik tempe anak ibu tsb. Memang masih ada order lainya tapi tidak sebesar order dari temanku. Order lainnya tidak bisa menjadi tulang punggung dari usahanya. Karena kejadian dompet hilang tsb, temanku tidak mau mengambil keripik tempe dr anak si ibu tsb, temanku memilih supplier lain daripada nanti ada masalah lagi. Kesian si anak Ibu itu, dia tidak berbuat tapi harus menanggung perbuatan Ibunya.

Wednesday, December 22, 2010

Buat Ibuku

Teruntuk Ibuku disana :

Hanya doa panjang umur dan sehat yg bisa kuucapkan padamu
Maafkan anakmu tiada mampu membalas semua pengorbananmu
Maafkan anakmu yg hanya sedikit bisa membahagiakanmu
Maafkan anakmu kadang tiada mengerti perasaanmu

Ibu tetaplah tegar dan kuat saat ini
Ibu tetaplah semangat dan semangat seperti yg Ibu ucapkan padaku
Saat hari hari mu sekarang harus merawat anakmu yg sakit
Menyuapi dan merawat anakmu yg sakit sekarang adalah hari harimu saat ini
Tiada mengeluh keluar dari bibirmu
Ibu aku menyayangimu dan mencintaimu luar biasa


*mewek euy baca jurnal ttg ibu hik hik. i miss you Ibukkkk..........