Showing posts with label hidupku. Show all posts
Showing posts with label hidupku. Show all posts

Thursday, June 17, 2010

Dan Mimpi Itu Benar...

Pengen cerita saja satu dari pengalaman hidupku.

Tgl 31 Juli 2005 sehari setelah aku ultah, aku mengikat janji sehidup semati dgn ayahnya NaGa dlm suatu pernikahan yang suci di salah satu gereja di Jogja. Tepat 2 bln setelah pernikahan kami, aku dinyatakan hamil. Puji Tuhan sekali tidak perlu menunggu lama utk menimang baby.

Saat pemeriksaan USG diusia kehamilanku 3 bln, kulihat dilayar monitor kantong kehamilanku terbelah dua dan dokter menyatakan kalo aku hamil kembar. Kaget tak percaya campur senang kala mendengar berita itu dari dokter. Oh Tuhan Kau berikan kami anak kembar. Terimakasih Tuhan. Kusampaikan kabar gembira ini ke orang tua, mertua, kakak adik, sanak sodara, teman - teman dan mereka surprise dan heboh. Banyak ucapan selamat mengalir ke kami. Setelah dirunut, ternyata dari pihak keluarga ku dan keluarga suamiku memang ada keturunan kembar semua. Wah mantap...

Kujaga kehamilanku dgn sangat hati2 sekali mengingat ini kehamilan pertama dan kembar lagi. Tiap bulan selalu ku kontrol perkembangannya ke dokter langganan kami dan dokter menyatakan semua baik baik saja. Si jabang bayi dalam keadaan normal dan sudah pada tempatnya sendiri- sendiri dlm arti  tidak ada kemungkinan kembar siam. Ketika usia kehamilanku ke - 6, diketahui jenis kelamin anak kembarku cowok semua. Pass sekali dgn keinginan kita. Dan juga riwayat kembar dikeluarga kami, jenis kelaminnya juga cowok semua. Kok bisa sama semua ya, ah hanya kebetulan saja.

Menyambut kelahiran anak kembarku, pastinya suka cita sekali. Semangat sekali.  Semua perlengkapan kehadiran si kembar, kita siapkan double semua. Sampai - sampai suami sudah membelikan mobil2an double semua jumlahnya. Menginjak usia kehamilan ke-8, aku makin sering kontrol ke dokter dan dokter menyatakan si kembar baik - baik saja. Dokter memperkirakan HPL ku akhir Juni 2006.

Pas tgl 14 Juni 2006 malam sudah kurasakan kontraksi yg mulai sering. Karena aku sudah tidak tahan, tepat jam 2 dinihari 15 Juni 2006 kuminta suamiku mengantar ke RS. Sampai di RS langsung diperiksa dan ternyata sdh pembukaan 3. Tiap 15 menit suster selalu memeriksa detak jantung anakku. " Ini yg satu ya bu". trus sambil nyari satunya lagi " ini kembar satunya lagi bu detak jantungnya", begitu kata suster.  Sampai jam 10 pagi 15 Juni 2006, pembukaan tidak meningkat padahal perut rasanya luar biasa. Tiba - tiba jam 11 an , suster minta aku tanda tangan utk operasi. "Hah operasi sus". kataku. "Iya bu ini suami yg minta. Ibu harus tanda tangan. Ini dokter sdh menunggu di ruang operasi," balas suster. Hati ini sebel pengenku lahir normal. Tapi mau gimana lagi harus manut sm suami.

Di ruang operasi, dokter dan tim sdh menungguku. Aku dibius lokal so aku masih denger dokter ngobrol ma asisten2nya. Dokter berhasil mengangkat anakku yg satu, dan asistennya menunjukkan ke aku. "Ini puteranya bu. Semua normal", kata asisten dokternya. Dan ketika dokter mengangkat si kembar satunya dokter kaget," loh Bu ini puteranya kok sudah meninggal". " Apa dok sdh meninggal," timpalku. " Ini sudah meninggal lebih dari 2 hari Bu, kulitnya sdh menghitam dan mulai mengelupas", lanjut dokternya. " Loh kok bisa dok kan tadi diperiksa detak jantungnya masih dua dok", kataku. Meledak tangisku di ruang operasi. Asisten dokter sibuk menenangkan aku. Kok semua bisa begini. Kucoba protes sama dokterku karena pemeriksaan terakhir dokter bilang ok-ok saja.

Dalam tangisku langsung teringat semua firasat mimpi yg kualami selama kehamilanku namun selalu ku tepis dan tidak pernah terpikirkan kalo mimpi itu menjadi nyata. Dimasa kehamilanku sering sekali aku bermimpi menggendong satu anak laki - laki bukan dua anak. Kupikir hanya mimpi biasa. Kedua ku pernah mimpi ada didalam kamar dan didalam kamar tsb ada dua pigura foto, pigura satu ada fotonya jelas seorang anak laki2 dan pigura yg satu tidak ada fotonya alias kosong. Mimpi ini pun kuanggap lalu saja. Dan mimpi ketiga aku dijumpai tiga orang wanita semua berambut panjang semua memakai jubah panjang. Wanita pertama berkata kepadaku," selamat ya mau punya anak kembar". Trus wanita kedua bilang," tapi yang satu meninggal". Wanita ketiga tersenyum seakan akan mengiyakan omongan wanita kedua tadi. Jelas kaget dapat mimpi seperti itu. Omongan wanita tsb jelas sekali. Ah hanya bunga tidur ,'pikirku. aku tidak cerita pada siapa2 bahkan ke suami.

Tapi mimpi itu benar adanya. I have to lose one of my twins. Sedih dan sedih pastinya. Ibu mana yg mau kehilangan anaknya. Kudengar dr Ibuku kalo suamiku menangis meraung raung di RS ketika mengetahui satu dari sikembar meninggal dunia. Kucoba ikhlaskan semua. Semua pasti terbaik dari Tuhan buatku dan keluargaku.Syukurlah Tuhan masih mempercayakan satu dr si kembar utk selalu bersama kami hingga sekarang. Kami namai anak itu BERHAND HARYO KRISHNANDA ( NANDA ) utk kakak Nanda kami beri nama METODIUS ( METO ).  " Kakak meto rumahnya dimana buk", begitu Nanda bertanya kepada ku. Kujawab," Rumah kakak meto ada di surga bersama Tuhan Yesus".

Yg kusesalkan dr peristiwa ini adalah dokternya. Tiada rasa bersalah sedikitpun. Suamiku menunggu dikantornya untuk mendapat keterangan sebab meninggalnya si kembar. Tidak muncul sedikitpun. Harusnya dia sdh bs melihat kalo ada apa2 dgn kondisi anakku. Tapi ya sudahlah..tidak mau menyalahkan siapa pun biar anakku tenang disurga. We miss you kakak Meto. Sudah 4 thn kau mendahului kami disurga. Kalo kulihat Yoga terbayang wajah Meto karena wajahnya sangat mirip. " Yoga ki ijol e / pengganti Meto ," kata ibuku  Ah jadi nangis aku....huhuhuhu