Bapak Ibu ku Jogja maen ke kudus pengen nengokin NaGa. Ceritanya malam minggu kita gereja trus langsung meluncur ke ADA untuk makan malam disana.
Sorenya hari minggu ibuku rupanya mencari cari dompetnya. Semua jadi ikutan nyari dompetnya dan tidak ketemu. Kutelepon pihak gereja sapa tau koster / penjaga gereja menemukannya saat bersih - bersih setalam misa selesai. Hasilnya pun nihil...so mungkin dompet ibu jatuh di ADA pas kita makan disana.
Sambil duduk diruang tengah, Ibuku sedikit menggerutu," gara gara Bapak dompetku ilang. Gusti mundut / mengambil duitku sekalian dompetku sisan". "Lah kok bisa Buk," Jawabku. Ternyata oh ternyata sewaktu Ibuku mau memberikan uang persembahan / kolekte kedua untuk pembangunan gereja dicegah Bapakku karena gereja kudus ini bukan gerejanya dimana mereka bernaung. Gereja mereka di Jogja. Oalah oalah Bapakku tercinta ini piye to..wong istrinya punya niatan suci kok malah dihalangi. Ya sud..God takes His way. Uang Ibu hilang sekalian ma dompetnya. Untungnya dompet itu hanya utk menyimpan uang belanja saja tidak ada surat2 penting didalamnya. Terjawab sudah mengapa dompet Ibuku hilang. Akhirnya Ibuku bisa bilang," Aku ikhlas Gusti panjenengan mundut arta kula". Pasrah dah ibukku .
Ini pelajaran bagi ku juga bahwa kalo kita sdh ada niatan utk memberi sesuatu untuk Tuhan, jangan pernah menundanya walopun ada sesuatu ato seseorang yang bisa menghalangi kita untuk melakukannya. Bener juga ada perkataan Tuhan itu bisa cemburu....Yuk kita belajar dr pengalaman ini.