Biasanya waktu luangku bersama anak anak adalah sore hari setelah pulang kerja. Kemaren malam di tempat tidur seperti biasa aku tanyain Yoga tadi di tempat bermainnya ( PG ) bermain apa. Eh sambil mecucu mulutnya dia menggerutu," tadi sekolah aku bantu temenku, temenku ga bilang terimakasih kok Buk ". Hehhehehe tumben dia curcol kek gini. Jawabku," Ya sudah gpp mungkin temennya Dik Yoga belum tau kalo harus bilang terimakasih. Yang penting dik yoga sudah berbuat baik bantu temen. Temen Ibu sering ga bilang terimakasih walo sudah dibantu". Yaahh namanya anak2 walo sdh diberi pengertian raut muka Yoga masih tidak terima kalo temennya tidak bilang terimakasih ke dia hehhehe...
Nah sekarang gantian Ibunya yg curcol hehhe. Sebenarnya sdh ga dipikirin sih cuma untuk pengingatku saja ah untuk berhati hati dlm berbicara. Pengen curcol pagi tadi tapi gegara harus meeting sama orang pabrik baru bisa curcol skr. Pagi tadi aku sarapan dgn menu yg sederhana nasi putih pake tumis kacang panjang, lauk telor dadar daun onclang ( my favorite ni ) plus tambah ada mendoan sama bakwan dua. Saat lahapnya makan ada temen cewekku komentar gini ," eh mbak lauk sarapanmu apa sih kok keliatan ga enak". Langsung berhenti mengunyah aku demi mendengarkan kata - kata indah dari nya. Ini temen syaraf filter ngomongnya sudah "dol" kali ya. Pengen banget aku membalasnya cuma aku ga tega dan juga aku baru hamdun gini. Akhirnya aku hanya tarik napas sambil bersabar sabarr..Kujawab sekenanya saja," bagiku iki wis enak bu. aku terbiasa makan seadanya yg penting sehat dan halal".
Sebenarnya kalo pengen bales omongannya aku bisa wong lauk sarapan dia lebih sederhana dari punyaku. Masih mending aku ada sayur, lauk plus gorengannya, lha dia dia cuma sarapan pake nasi sama bakmi yg biasa utk campuran nasi rames itu trus sama botok itu pun bukan botok daging tapi botok mlanding / petet. Memang menilai orang lain itu lebih mudah kan ya...lah nulis ini sebelku malah muncul lagi hehhehe *amit2 jabang bayi*. Tapi setidaknya aku sudah makplong deh curcol disini..
Showing posts with label curcol. Show all posts
Showing posts with label curcol. Show all posts
Monday, January 16, 2012
Thursday, February 10, 2011
Curcol Nanda : Ibu tidak cantik lagi..
Sore itu selesai mandi, seperti biasa aku nemeni NaGa nonton TV. Seharian ga ketemu emaknya, nonton TV sambil nguyel nguyel emaknya. Terkadang malah rebutan siapa yg dapat perutku siapa yg dapat kakiku. Saat itu Nanda disampingku sambil pegang rambutku yg basah habis keramas, dia bilang," Ibu engga cantik lagi kok ". Wedewww ni anak lanang kok bikin down emaknya. Berusaha bertanya," kok ga cantik siy mas. Ibu kan cewek pasti ya cantik dong". Nanda," engga Ibu engga cantik lagi". Swear aku sempet bingung kenapa ni Nanda bilang seperti ini. " Emang cantik itu yang bagaimana siy mas," tanyaku penasaran. Nanda," cantik itu ya yang rambutnya panjang. Ibu kan rambutnya pendek jadi engga cantik lagi". Gubrakkkssss. Ibunya manggut manggut plus mlongoo...
Surprise bagiku karena anakku lanang sudah punya definisi seorang wanita cantik yang rambutnya panjang. Hanya bisa menjelaskan ke Nanda kalo Ibunya terpaksa memangkas rambutnya yg panjang karena kegerahan dan sedikit rontok. Berjanji ke Nanda kalo rambut Ibu akan dipanjangkan lagi. Oya Ayah juga sudah bawel agar aku segera potong rambut karena kata Ayah aku jadi bolot kalo rambutnya panjang. Asemmmmm...
Yahhh..tepaksa manjangin rambut lagi biar dibilang cantik sama anak lanang...
Surprise bagiku karena anakku lanang sudah punya definisi seorang wanita cantik yang rambutnya panjang. Hanya bisa menjelaskan ke Nanda kalo Ibunya terpaksa memangkas rambutnya yg panjang karena kegerahan dan sedikit rontok. Berjanji ke Nanda kalo rambut Ibu akan dipanjangkan lagi. Oya Ayah juga sudah bawel agar aku segera potong rambut karena kata Ayah aku jadi bolot kalo rambutnya panjang. Asemmmmm...
Yahhh..tepaksa manjangin rambut lagi biar dibilang cantik sama anak lanang...
Subscribe to:
Posts (Atom)